Short Shout: Binyo!
Seorang Joker bertanya, “Mengapa kebanyakan jagoan basket adalah orang hitam?”, dan menjawab sendiri, “karena…, ‘their-knee-grow!’, kemudian ngakak keras dengan dua kata terakhir yang berambigu ‘N_ _ _o’. Oops, saya langsung bilang, hati-hati ngomong!. Black people atau orang berkulit hitam di Amerika sana sangat sensitif dengan sebutan tersebut. Banyak orang yang menganggap hal itu adalah biasa dan menolak menyebut istilah pengganti. Selain berdalih tidak ada kekuatan hukumnya atau sekedar ngeles dengan alasan ‘tidak bermaksud’, meskipun, sebenarnya tidak (mau) tahu soal sebutan yang kerap bikin panas kuping si-terkait.
Ada peraturan tak tertulis atas panggilan-panggilan tersebut, yang kita semua sebaiknya sadar bahwa kata-kata ini bisa berkonotasi negatif, pendegradasian ras, penghancuran etnis secara psikologis, lebih jauh lagi bisa jadi pemicu perpecahan. Lain cerita bila sapaan ini dipakai antar sekulit sewarna. Sebutan-sebutan tersebut punya sejarah; di tahun 1950-an, kata ‘N_ _ _o’ digunakan sebagai panggilan untuk merendahkan dan menghina orang-orang hitam, dianggap sebagai budak. Dalam film ‘The Help’ diceritakan bagaimana perlakuan orang kulit putih di jaman itu yang tidak memperbolehkan orang berkulit hitam menggunakan WC ataupun piring yang sama. Karenanya, sapaan berkonotasi negatif itulah yang ingin ditinggalkan, dilupakan. – Jadi, tidak perlu bertanya mengapa antar orang hitam sah-sah saja menyebut kata ‘N_ _ _o’, kenapa orang berkulit putih tidak boleh memanggil dengan sebutan yang sama?. Kenapa kebanyakan orang asing di Indo akan melengos diteriakkin ’B_ _e’. (Ironisnya, kebanyakan orang Indonesia malah senang dipanggil demikian, agar berkesan ‘impor’), mengapa Novi dan Fanly ok-ok saja saling panggil ‘Woy, C_ _a!’?, atau orang Manado bisa panas kuping mendengar istilah ‘M_n_ng N_mp_ng D_ _ g‘. Bagaimana dengan sebutan ‘B_ _u’ untuk pembantu di Indonesia. Kalau Anda tersinggung dipanggil itu, hindari memanggil sebutan-sebutan yang tidak menyejukan tadi. Adil, kan.
Ngga perlu belajar jauh-jauh deh, coba ingat-ingat sebutan masa lalu yang paling nyebelin, yang tidak mau kita dengar lagi. Waktu SMP saya pernah jatuh terkilir kaki kiri yang mengakibatkan bekas luka jelas dilutut. Jaman dulu (oh, sampai sekarang!), perempuan berkulit mulus tak bercacat dianggap sempurna. Jadilah saya diolok dengan predikat ‘si-kalat’ (borokan), yang sampai sekarang saya masih merasa malu mendengarnya. Orang yang dulunya gendut tapi sekarang langsing pasti alergi disapa ‘Obes‘, sama halnya dengan mantan BB yang dipanggil ‘Kelek‘ atau kata ‘Autis’ yang semakin berkesan cacat. Sama saja, kan. - So, sapa ‘Ci‘ atau orang Tionghoa lebih baik daripada ‘C_ _a’, saudara-saudari kita di Irian Jaya lebih senang dipanggil orang Papua daripada I_ _ _n, panggil ‘Sir‘ lebih hormat daripada ‘B_ _e’, apalagi ngakak keras dengar lelucon ‘knee-grow’ orang Afrika (Afro-American). Hanya karena tidak tahu ‘masa lalu’ dari panggilan-sapaan-istilah tersebut, bukan berarti kita tidak bisa menghormati. Tak perlu beralasan, hargai saja.
Shout: - Tanpa mengurangi rasa hormat, saya perjelas kata-kata diatas: Negro, Bule, Cina, Babu, Irian. Nah, daripada kualat panggil si-K_ _ _t, mending panggil saya ‘Binyo!’ :p




Haha mending Binyo! Daripada k – - – t. Iya, takut kualat. :p
KAK!
sum ting wong
wong numba?
Binyo panggilan utk org manado kah? Artinya apa?
Fi, pastinya ga tau juga. taunya itu kependekan dari kudapan Manado bernama ‘Binyolos’
Binyo=Biang Nyolot, haha
Sepakat dan sepertinya banyak orang gak sadar dengan kebiasaan melabeli orang itu.
walaupun panggilan jelek itu tidak ditujukan pada kita. Dengernya aja udah bikin panas kuping.
iya, padahal kita adalah 1, manusia yang sama, sejenis.
Apa benar binyo itu panggilan untuk orang manado. Untuk Laki2 atau Perempuan ?
Soalnya teman saya dari Manado selalu bilang dirinya Binyo..
Thanks